Pesan Singkat Malam Ini

Selamat menyambut bulan suci Ramadhan 🙂 🙂 🙂

Gambar

Advertisements

Ibu

Aku tak tau apa yang harus kuLakukan tanpa dia

Dia yang seLaLu mengerti aku

Dia yang tak pernah Letih menasehatiku

Dia yang seLaLu menemani

 

DiaLah Ibu

Orang yang seLaLu menjagaku

Tanpa dia aku merasa hampa hidup di dunia ini

Tanpa nya aku bukanlah apa-apa

 

Aku hanya seorang manusia Lemah

Yang membutuhkan kekuatan

Kekuatan cinta kasih dari ibu

Kekuatan yang Lebih dari apapun

 

Engkau sangat berharga bagiku

WaLaupun engkau seLaLu memarahiku

Aku tau Itu bentuk perhatian dari mu

Itu menandakan kau peduLi denganku

 

Ya Allah,,

BerikanLah kesehatan pada ibuku

PanjangkanLah umur nya

Aku ingin membahagiakan nya

SebeLum aku atau dia tiada.

 

Terimakasih Ibu

Atas apa yang teLah kau berikan padaku

Aku akan seLaLu menyanyangimu IBU

Gambar

Pantun Ogan

Jalan-jalan ke sungai musi…
Naek ketek bayar seribu…
Cindo nian idak terperi …
Wahai adek bekerodong biru…

Makan pempek di pasar kuto…
Dak teraso suda abes banyak …
Payo sadar umur lah tuo…
Sholat bae maseh dak galak…

Ikan lais ikan putak…
Dapet manceng dibawa jeramba…
Wahai gadis yang pake kebayak…
Bolehkah abang betanyo nama…

Layangan potos di tanah lapang…
Lajula banyak budak berebot …
Sungguh hati aku dak tenang…
Bawak motor tuo dak pacak ngebot…

Hikmah Cinta Terbalut Luka

Kaulah berkah yang bersembunyi di balik musibah
Kaulah madu yang terpendam di dalam empedu
Kaulah kasih yang berlumur air mata
Karna kaulah guru yang bijaksana

Harapan indah yang berbuah kecewa
Kenangan indah yang menjadi fatamorgana
Terbesit dalam hati yang penuh akan luka
Luka hati ku jadikan semangat dalam diri

Inilah takdir yang harus ku jalani
Inilah nasib yang harus ku rubah lalui pengembangan diri
Inilah pilihan untuk hidup yang penuh arti
Inilah Rahasia ilahi yang jawabannya harus ku temui

 

Cerpen

Gambar

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Desa Batu Belang Dua yang terlihat penuh dengan rimbunnya pohon-pohon yang masih membentuk semak-semak dan juga hutan-hutan kecil yang dihiasi bunga-bunga tanaman liar yang berwarna-warni seakan melahirkan sebuah taman yang asri, dengan seonggok kisah, kisah yang indah, istimewa,suka maupun duka tak menarik namun istimewa.

Seorang gadis kecil bernama Ayu, dia seorang gadis yang cengeng, mudah ceria namun mudah juga mengeluarkan airmata, Ayu adalah gadis kecil yang mempunyai tekad atau cita-cita yang tinggi, keinginan yang menjulang layaknya sebuah angan-angan yang ingin dicapai.

Ayu tinggal bersama bapak dan ibu serta seorang adik yang sangat menggemaskan dan lucu, keluarga Ayu sangat harmonis, saling menyayangi, mengasihi serta mencintai satu sama lain. Ayu tidak memiliki kakak, Ayu hanya memiliki seorang adik yang bernama Sari, kedua bersaudara ini sangat mirip hanya saja sang adik mempunyai tai lalat di

 

 

bawah bibir sehingga jika sang adik tersenyum pasti akan terlihat manis dan menawan.

Meskipun mereka berdua mempunyai wajah yang mirip namun, sifat mereka sedikit berbeda. Sang adik yakni Sari mempunyai sifat mengalah, ramah, mudah memaafkan, baik dan tidak sombong serta hemat. Sedangkan Ayu sang kakak bersifat mudah marah, sekali disakiti oleh orang sangat sulit untuk dia memaafkan kesalahan orang tersebut,namun ayu juga mempunyai sifat ramah, dan baik. Namun  kesamaan mereka berdua pun sangat banyak diantaranya yang paling menonjol adalah sama-sama cengeng atau mudah menangis.

 

Ayu dan Sari adalah puteri kebanggaan bapak Hamdan dan ibu Atun dimana beliau sangat menyayangi keduanya tanpa membeda-bedakan satu sama lain.

Saat ini usia Ayu sudah menginjak 12 tahun yaitu duduk di kelas VI SD N 02 Gambang Turun Kec. Muaradua Kab. Ogan Komering Ulu Selatan Provinsi Sumatera Selatan. Ayu tergolong anak yang pintar ia dapat meraih juara 1 pada ujian nasional kelulusan, pak Hamdan sangat bangga padanya.

Ayu pun harus menentukan dimana selanjutnya ia meneruskan pendidikannya setelah usai pendidikannya di bangku Sekolah Dasar

 

 

tersebut, namun ternyata Ayu sudah mrencanakan dimana dia selanjutnya meneruskan pendidikannya itu.

 

Suatu hari Ibu ayu bertanya pada Ayu “yu,, kesini sebentar ibu ingin bicara sama kamu” sembari duduk di teras depan rumah, Ayu pun menjawab “iya bu sebentar ayu ganti baju dulu” sambil mengaitkan kancing baju satu persatu. Lalu setelah selesai Ayu pun berjalan mndekati sang ibu yang telah menunggunya diteras rumah. “duduklah” sambut sang ibu “ada apaan sih bu? Kayak serius banget?” penuh rasa ingin tahu “kamu kan udah pengumuman kelulusan, lantas kamu mau meneruskan sekolah dimana? SMP atau MTS? Di simpang atau di karet jaya” Tanya sang ibu “aku pengen SMP bu, tapi bukan di muaradua ini,,?” jawab Ayu “lha tkerus dimana”? jawab ibu “aku pengen SMP di Lampung di tempat bibi” dengan tegas Ayu menjawab seperti itu, sang ibu pun kaget seakan tak percaya dengan jawaban anaknya yang sosok cengeng mengapa tiba-tiba memutuskan untuk jauh dari orangtua sedangkan selama ini Ayu tidak pernah pisah dengan orangtua, dengan nada seakan tak percaya ibu menjawab “ibu nggak salah denger yu,?” ayu menjawab “nggak bu, ini udah aku rencanakan dengan matang bahkan sebelum ujian nasional aku udah merancang niatku ini”, “tapi kan kamu masih kecil, apa nggak sesudah SMP aja kamu sekolah di Lampungnya” jawab ibu dengan membelai rambut ayu yang lebat dan bergelombang itu. “keputusan ini

 

udah bulat bu, aku pengen sekolah disana nantikan kalo libur kenaikkan kelas atau libur idul fitri aku bisa pulang kampung bu” jawab ayu dengan wajah meyakinkan ibunya, “menurut ibu sih kamu di pesantren aja, sama si indah anak pakde mu itu, biar ibu deket menengok kamu” tutur sang ibu.”nggak bu, aku tetep pengen di Lampung, aku nggak mau di pesantren nggak papa aku nggak pake’ kerudung yang penting aku shalat ama ngaji juga sekolah yang penting aku dilampung,,” jawab ayu ngeyel “kalo di pesantren nanti ibu belikan peralatan dapur yang serba kecil, lucu-lucu dwech pokoknya” jawab ibu dengan nada merayu ayu yang bermuka cemberut “nggak bu, lampung pokoknya lampung” jawab ayu “apa kamu udah siap beneran jauh dari bapak ma ibu”? Tanya sang ibu “udah bu, aku udah siap dengan segala resiko yang harus ku hadapi nanti” jawab ayu “kalo begitu nanti kita bicaraiin lagi, nunggu bapak pulang dari sawah”? jawab ibu. Dengan tersenyum kecil ayu menjawab “ok ibuku sayang..”

Ketika hari beranjak meninggalkan senja, azan pun berkumandang memuji maha agung yang menuliskan kehidupan dan menciptakan seluruh makhluk yang ada di dunia ini, Ayu dan keluarga pun menunaikan ibadah shalat magrib yang rutin keluarga ini kerjakan. kemudian setelah usai mengerjakan shalat magrib mereka makan malam setelah itu ayu dan ibunya berniat mengutarakan semua tentang niat ayu yang ingin melanjutkan sekolahnya di lampung.

 

 

Ayu pun memberanikan diri untuk memulai pembicaraan pada malam itu, “pak, aku sekolah dilampung ya”? dengan lirih, sang bapak menjawab “di lampung?” “iya pak dilampung kayak bibi dulu juga sekolah dilampung kan pak”? jawab ayu meyakinkan sang bapak, “apa kamu udah siap jauh dari bapak ma ibu, fikirkan matang-matang” jawab sang bapak “udah, aku udah siap pokoknya apapun yang terjadi aku udah siap menghadapinya” jawab ayu dengan tegas “kalo gitu bapak ma ibu ini nurut yang penting kamu sekolah yang bener, jangan kecewakan bapak ma ibu disini ya”? tutur sang bapak “iya pak aku akan berusaha semampu aku untuk menjadi yang terbaik untuk kalian” dengan mata berkaca-kaca seakan ingin menangis namun tertahan, “sebaiknya besok pagi kamu berkunjung ke tempat nenek bilang ma beliau tentang keinginan mu itu” jawab bapak ayu dengan penuh perhatian dan kasih sayang, sedangkan sang ibu dan sang adik sari hanya terdiam. “iya pak” jawab sang ayu dengan lega.

 

Pada suatu pagi yang tak bersalju namun terasa dingin tepatnya ditahun 2006, ayam berkokok menandakan sang mentari akan segera muncul, ayu dan ibunya bangun dan segera mengambil air wudhu untuk menjalankan ibadah shalat subuh, setelah usai mengerjakan kewajiban rutinnya tersebut mereka segera mengerjakan kegiatan lain di dapur yaitu

 

 

 memasak untuk sarapan, ayu sangat pandai membantu ibunya ia tak pernah merasa keberatan jika sang ibu meminta pertolongan padanya.

Ayu pun sering ikut serta ke ladang atau kebun untuk membantu kedua orang tuanya meskipun usia ayu masih sangat belia  namun ia adalah sosok anak yang berbakti kepada kedua orangtuanya,

 

Ayu tak pernah mengeluh sekalipun ia kelelahan dari kebun atau ladang, ayu malah merasa senang ia dapat membantu pekerjaan kedua orangtuanya yang sangat ia sayangi di dunia ini. Cita-cita ayu adalah dapat membahagiakan kedua orangtuanya, menjadi yang terbaik untuk orang-orang yang menyayanginya, dan ayu ingin sekali menjadi seorang guru yang dapat membagikan ilmunya pada murid-muridnya kelak, ayu pun ingin mempunyai sebuah yayasan yakni semacam sekolah atau tempat kursus.

 

Pagi yang cerah, tepatnya hari sabtu tanggal 17 Juni 2006 dimana hari itu ayu akan mulai belajar jauh dari keluarga yang sangat ia sayangi, dari kampung halaman yang telah membesarkannya, kini ia pun harus pergi menuntut ilmu sesuai dengan apa yang telah menjadi keputusannya untuk keluar kota meneruskan pendidikannya di lampung, semua orang berkumpul di rumah ayu pada pagi itu untuk mengucapkan selamat berjuang dan jaga diri baik-baik kepada ayu.

 

Malam sebelum keberangkatan ayu pun ibu dan bapak ayu sudah mengadakan syukuran untuk ayu yang akan pergi jauh menuntut ilmu, dengan syukuran yang sederhana do’a dan dzikir melantun merdu membacakan ayat-ayat suci al-berjanji  seakan menyertai tekad ayu yang tulus dan suci itu.

Ayu pun tak akan pernah lupa pesan sang kakek kemarin lusa sebelum keberangkatan ayu dini hari yaitu menyuruh ayu untuk jaga diri, jika terjadi bencana dilampung kakek menyarankan pada ayu untuk langsung kembali ke muaradua, secara kebetulan masih banyak bencana alam saat itu di berita sebagai seorang kakek tentunya sangat menghawatirkan cucunya. dan kakek pun bilang baiknya orang hanya satu,dua hari saja seterusnya ia akan berbuat semaunya,

Namun tekad ayu sudah bulat tidak bisa di ganggu gugat lagi, ia bersikeras akan membuktikan perkataan sang kakek bahwa ayu sanggup menjalaninya semua itu demi sebuah cita-cita.

ayu dan keluarga pun sudah siap untuk berangkat, orang yang diminta bapak ayu untuk mengantarkan ke terminal  sudah siap, ayu pergi di antar sang ibu,bapak dan adik, setelah seusai bersalam-salaman ayu dan keluarga berangkat dengan menaiki sepeda motor yang siap mengantarkannya ke terminal.

 

 

 

Setibanya diterminal bapak ayu pun segera membeli karcis Bus antar kota arah lampung dengan mengambil Bus line pertama dengan tujuan dapat secepat mungkin tiba ke tempat tujuan tanpa berlama-lama di perjalanan.

Bus yang di tumpangi ayu dan keluarga pun melaju cepat penuh kepastian, beberapa desa, kecamatan telah terlewati, rasa sedih dan gelimangan  airmata menyertai ayu, bagaimana pun perasaan ayu sangat sedih berpisah dengan orang-orang yang telah lama di kenalnya, kini ia pun harus siap memulai adapatasi baru ditempat yang baru dan orang-orang yang baru pula seperti kata pepatah “DIMANA BUMI DIPIJAK DISITU LAH LANGIT DI JUNJUNG” ayu sudah siap akan semua itu.

 

Sesampai di daerah kota bumi ayu dan keluarga turun dari Bus dan mereka melanjutkan dengan naik mobil angkutan umum untuk menuju desa tempat bibinya tinggal yakni desa Nyukang Harjo.

 

Setibanya keluarga ayu di tempat tujuan pada pukul 17.15 sang bibi pun menyambut gembira kedatangan ayu dan keluarga, kebetulan bibi ayu sedang membangun rumah sehingga banyak orang yang berkumpul  dirumah bibi ayu untuk membantu supaya pembangunan cepat terselesaikan.

 

 

Ayu di ajak berbincang-bincang banyak mengenai bermacam-macam hal oleh paman dan bibi ayu serta ditanya kembali apakah mau lanjut di SMP atau MTS, namun ayu tetap pada pendiriannya untuk melanjutkan sekolah SMP.

Secara kebetulan keponakan paman ipar ayu pun ingin melanjutkan SMP sehingga ayu sudah mendapat teman untuk mendaftar, namun di Nyukang Harjo belum ada SMP Negeri sehingga ayu masuk sekolah swasta yaitu SMP Pemuda Nyukang Harjo.

 

Hari senin tanggal 19 juni 2006 adalah hari pertama ayu masuk sekolah menengah pertama dimana hari itu adalah masa orientasi siswa atau dapat disebut MOS. Namun sayang, sang bapak dan ibu ayu belum sempat melihat ayu memakai seragam putih biru beliau sudah kembali ke muaradua, betapa sedihnya ayu namun semua itu tidak akan melunturkan niat ayu untuk menuntut ilmu di lampung.

 

Kini ayu sudah jauh dari orangtua, ayu harus memulai hidup barunya dengan menyesuaikan diri di lampung, teman pertama ayu adalah keponakan paman ipar ayu suami bibinya yang bernama Eka Purwanti.

 

 

 

Ayu sangat senang bisa bertemu dengan teman sebelum masuk sekolah sehingga dapat mengetahui dan bertanya bagaimana tentang kehidupan di lampung,

Dan pada hari pertama masuk SMP ayu masuk di kelas A bersama Eka temannya, di kelas A itu ayu mempunyai 3 orang sahabat yaitu Wiwik, Meri, dan Eka mereka sangat akur,

Suatu hari ketika jam istirahat sudah berbunyi ayu dan ketiga temannya duduk di teras sekolah dengan sesekali bercanda juga sesekali serius, wiwik bertanya pada ayu “yu, sekali-sekali kenalin sih cowok kamu ke kita-kita ini”? dengan tersenyum ayu menjawab “aku nggak punya cowok, lagian aku mau sekolah dulu baru pacaran” “ya nggak papa sih sekolah sambil pacaran kan bisa jadi penyemangat belajar hehe” jawab meri dengan tertawa kecil nan menggoda.sementara eka berkomentar “rang aku aja belom punya pacar kok” “ya kalian berdua ini perasaan nggak punya-punya cowok” sambil menunjuk eka dan ayu yang duduk di sebelah meri, lalu ayu menjawab “tau lah, nanti juga pacaran ndiri kalo udah tiba waktunya hehehe” meri menjawab “alah sok dewasa kamu yu hehehe” dengan mencubit kecil lengan ayu kemudian berlari.

Tak terasa bel pun berbunyi itu tandanya pelajaran akan dimulai lagi hingga pukul 17.00, sekolah ayu tidak seperti biasa sekolah-sekolah yang lain masuk pagi tapi sekolah ayu masuk jam 13.00-17.00.

 

 

Ayu pun tak membeda-bedakan antara bibi dengan orangtuanya dalam segi membantu baik di kebun maupun dirumah, ayu ikhlas dan tulus dalam membantu semua pekerjaan bibinya layaknya ia membantu pekerjaan kedua orangtuanya dikampung,

 

Kini ayu sudah duduk di bangku kelas IIX sekolah menengah pertama (SMP), ayu sudah menginjak usia remaja, kini ayu bukan lagi anak-anak tapi ayu sudah menjadi seorang gadis, banyak lelaki yang ingin menjadi pacar ayu akan tetapi ayu belum minat untuk berpacaran, hingga pada suatu hari ayu ditawari untuk ikut qasidah untuk dijadikan vokalis dan ayu menerima tawaran itu.

Dengan suara yang tak begitu merdu ayu ikut qasidah hingga pada suatu malam ayu merasa lelah dengan itu semua, ayu merasa waktunya belajarnya tercuri oleh kegiatan tersebut shingga ayu memutuskan untuk belajar dan tidak bergabung lagi di group qasidah yang bernama warda group style music.

 

Pada suatu malam ayu menyendiri dikamar entah apa yang ada difikirannya yang intinya dia menangis tersedu-sedu bersama sepinya sang malam. “begini lah keseharianku tanpa ada seseorang pun yang mengisi kesunyian hati ini, ingin mempunyai kekasih tapi sampai sekarang aku merasa belum menemukan, ya allah bantu aku menjalani ini semua”

 

 doa ayu dalam hati, “mungkin dengan adanya sang pacar dapat ku jadikan sandaran tempat aku bercerita tentang apa yang kurasa, tapi kenapa aku belum menemukannya ya allah”? sambil mengusap airmatanya sembari melanjutkan kata hatinya dalam sebuah binder atau  buku diary yaitu teman setia ayu mengutarakan isi hatinya  “aku ingin punya pacar nggak kayak temen-temen ganti-ganti atau putus nyambung-putus nyambung, aku ingin bisa abadi ya allah bantu aku mencarinya” gumamnya. Malam pun semakin merambat larut, isak tangis ayu seakan memecah kesendiriannya di keheningan malam yang kelam.

 

Kenaikkan kelas pun tinggal menunggu hari hingga tiba saatnya ayu duduk di kelas IX SMP. Berawal kelas IX ini ayu sudah mulai mengenal yang namanya mengagumi seorang lelaki yaitu di awal bertemu dengan seorang lelaki bernama Fajar, diam-diam ayu menyimpan rasa kagum pada lelaki ini hingga suatu hari ayu mendengar kabar dari sang bibi bahwa fajar adalah anak bibi ayu tapi itu saudara jauh. Betapa kecewa hati ayu mendengar semua itu seakan rasa yang terpendam terbunuh saat itu juga, meskipun ayu sering bertemu dengan fajar namun ayu sangat pandai menyembunyikan perasaannya karena ayu telah mengetahui kalau sebenarnya fajar telah memiliki kekasih dan kekasih fajar itu adalah teman ayu sendiri hanya saja berbeda sekolah pacarnya fajar di MTS sedangkan ayu di SMP. Walaupun selama ayu mengenal fajar adalah  seorang

 

pendiam, terkesan sombong namun fajar mempunyai daya tarik sehingga banyak kaum wanita tertarik untuk mengetahui fajar secara mendalam layaknya menjadi kekasihnya.

Berbeda halnya dengan ayu, ia mengagumi fajar telah lama namun ia sangat takut jika ada orang yang tau kalau dia suka dengan fajar karena difikiran ayu hanya ada tidak mungkin dan tidak mungkin alasannya yaitu fajar sudah mempunyai kekasih dan fajar tergolong masih saudara dan mulai saat itu ayu berusaha membunuh rasa cintanya pada fajar dan sedikit demi sedikit rasa itu mulai hilang,  

Namun ketika rasa cinta terpendam ayu hilang tanpa tersisa fajar mulai hadir lagi saat teman ayu si indra berpacaran dengan eka teman dekat ayu, indra sering sekali berkunjung kerumah bibi tempat ayu tinggal bersama fajar, sehingga rasa cinta yang telah terkubur dalam-dalam muncul kembali.

 

Hingga suatu hari ayu meminta no handpone fajar pada eka dan malam itu pun ayu membuka perbincangan pertama kali dengan fajar lewat pesan atau bahasa gaulnya message/sms. “malem boy” sapa ayu “boy-boy emang aku anjing apa”? jawab fajar dengan nada ketus, kemudian ayu membalasnya “galak amat sie. Padahal kan aku berniat baik” fajar menjawab “emang kamu sapa”? “aku ayu” jawab ayu, “dapat no HP aku darimana”? sahut fajar “dari eka, emang nggak boleh ya, ya

 

udah aku apus aja”? Tanya ayu lewat pesannya, “boleh lah tapi kan harus jelas darimananya, trus lain kali jangan manggil boy lah kayak hewan aja” spontan fajar menjawab “lantas apa”? Tanya ayu “terserah kamu aja lah hehe” jawab fajar, “oke, oya gimana kabarmu ma riri”? Tanya ayu “aku udah nggak ama dia lagi” jawab fajar “kok bisa”? sahut ayu serius, fajar menjawab “ya bisa lah, dah lah jangan bahas itu” “oke lha terus sekarang udah ada pandangan belom”? Tanya ayu, “pandangan sie ada tapi nggak tau dia juga punya perasaan yang sama nggak ma aku” jawab fajar, “ya terus terang geh ma orangnya biar jelas” saran ayu “iya sih”.. jawab fajar, tak terasa malam mulai larut  “emmmm dah dulu ya? Dah malem met tidur aja ya aku udah ngantuk, besok lagi ceritanya, moga mimpi indah aja ma orang yang kamu sayang dan mimpi itu menjadi kenyataan” jawab ayu,

Fajar tak menjawab lagi ketika ayu sudah menarik selimut ingin tidur kembali handponenya berdering lagi, lalu dengan penasaran ayu mengambil HP nya di atas lemari samping ranjang tidurnya dan membuka pesan tersebut, rupanya pesan itu masih dari fajar bunyi pesan itu adalah “bagaimana kalau orang yang aku sayangi itu adalah kamu ”? ayu sejenak tercengang itu hanya bercanda atau serius ayu bingung, lalu ayu menjawab “ah jangan becanda gitu udah malem, lagian pacarmu yang itu mau di kemana kan”? “kan kamu tau ndiri sih kalo aku udah nggak ma dia lagi” jawab fajar, “kenapa? Da masalah apa”? Tanya ayu masih

 

penasaran karena pertanyaannya tadi tak dijawab oleh fajar “kok kenapa sih, ya kamu tau ndiri lah bapak ma ibu ku aja kayak gitu, dah lah nggak usah dibahas, jadi gimana pertanyaan ku tadi hehehe”? cukup lama ayu tak langsung membalas pesan fajar “nggak usah ngomongin itulah, pacarmu teman ku males aku dibilang yang nggak-nggak, dah lah tidur aja” fajar pun menjawab “ini serius lhow, dah lama aku menyimpan rasa ini” namun pesan itu tak dibalas lagi oleh ayu, karena ayu masih tidak percaya apakah fajar benar-benar dengan apa yang dikatakan tadi.

Malam semakin larut namun ayu tak kunjung tidur karena terfikirkan kata-kata fajar, gemuruh hati ayu penuh tanda Tanya yang kuat, hingga tak terasa akhirnya ayu dapat terlelap tersendiri.

 

Ke esokkan harinya yang cerah, sang mentari bersinar menerpa bumi tanpa ada mendung sedikit pun, begitu pula ayu sangat giat menjalankan aktifitasnya membantu sang bibi, lagi pula sekolah ayu dekat dengan rumah bibi dapat ditempuh dengan jalan kaki.

Sekilas di fikiran ayu masih terngiang kalimat-kalimat yang di ucapkan fajar semalam, yang membuat ia tak nyenyak tidur, tak lama kemudian HP ayu pun kembali berbunyi saat ayu berkemas ingin berangkat sekolah, ternyata ada pesan dari fajar mempertanyakan masalah yang semalam mereka bicarakan namun ayu masih bimbang seolah tak percaya kalau fajar benar-benar dengan perasaannya, namun ayu tak bisa

 

membohongi perasaannya dengan rasa bimbang ayu meladeni kata-kata fajar, mereka sudah sangat dekat tetapi hanya di HP, yang ayu mau fajar itu mengungkapkan secara langsung agar ayu tahu bahwa fajar benar-benar dengan apa yang dikatakannya.

 

Kebimbangan ayu tak cukup hilang antara tanda Tanya yang besar dan rasa serba salah dengan teman, bagaimana pun pacar fajar adalah teman ayu, entah sudah mantan atau belum, yang intinya fajar mengatakan sudah putus, meskipun tidak begitu dekat namun ayu tidak mau dibilang perebut kekasih orang lain andaikata dia menerima cinta fajar nantinya sedangkan riri itu temannya sendiri, jadi ayu membutuhkan kejelasan yang kuat antara keduanya, ayu tidak mau salah dalam mengambil keputusan karena itu menyangkut hati masing-masing.

 

Tak disangka tak diduga & penuh rasa terkejut hari itu minggu tepatnya Riri berkunjung kerumah ayu, riri adalah pacar fajar, ayu tidak tahu apakah fajar sudah benar-benar putus apa belum.

Ayu pun keluar menemui si riri, “hey.. tumben mau maen, mimpi pa ya semalem?” sambut ayu dengan tertawa kecil sambil duduk disamping riri, “ah kamu yu, aku lagi pengen maen aja, curhat-curhat lah” jawab riri “kalo gitu jangan disini kita ngobrolnya dikamar aja biar lebih nyaman” sahut ayu dengan mengajak riri ke kamar ayu. Setelah membuat air

 

minum untuk riri ayu duduk disamping riri sambil bersandar di dinding, mereka pun berbincang-bincang panjang lebar dengan sesekali tertawa kuat seolah ada yang lucu, ayu bertanya “gimana sama fajar hehehe”? “gimana apanya, kamu mau Tanya aja” sahut riri sambil bercanda. “ya harus donk kan aku temen kamu hehe”? jawab ayu “ya gitu lah, aku ini bingung yu, nggak tau mau gimana hubungan kami ini, rumit” jawab riri sambil memasang wajah yang cemberut, “rumit kenapa sih” jawab ayu penasaran “ya kamu nggak usah pura-pura nggak tau lah, kamu kan deket ama fajar juga orangtuanya”

Ayu semakin bingung dengan jawaban fajar lalu ayu menjawab “terus mentang-mentang aku deket ma fajar aku mengetahui seluk beluk dia gitu ri, orang dia aja jutek gitu,” “iya tah yu dia jutek, perasaan biasa aja lho ama aku” jawab riri, “iya wajar lah kamu pacarnya masa mau jutek ma kamu, aneh kamu ini” sahut ayu. “hehehe iya sih tapi aku nggak tau mau lanjut atau nggak selanjutnya kalo di awal aja udah kayak gini”?? jawab riri dengan wajah memelas seolah menyimpan beban yang sangat mendalam, “kok kata-katamu gitu sih, kata-kata itu doa, ada apa sebenarnya dengan kalian”? jawab ayu seolah memohon riri untuk bercerita, “kurasa kamu udah tau lah yu, orangtua fajar itu nggak merestui hubungan aku ama dia” sahut riri “cie-cie….atas dasar apa”? jawab ayu dengan sedikit menggoda agar suasana tidak cenderung sedih “ya aku sendiri nggak tau lah katanya sih aku ama fajar masih saudara tapi

 

darimana aku nggak tau, tapi pada intinya aku tu udah sayang banget ama fajar, aku nggak bisa kayaknya tanpa dia” jawab riri dengan penuh perasaan “ri, jangan bilang kayak gitu namanya jodoh dan nasib manusia kita itu nggak ada yang tau, satu detik pun yang akan datang kita juga nggak tau semua itu udah jadi rahasia Tuhan, kalo kamu sayang ama dia dan dia juga seperti itu pertahanin lah hubungan kalian” jawab ayu “mau dipertahanin gimana orangtua aja udah nggan ngijinin gitu” jawab riri membantah, lalu ayu menjawab “ya kamu ama fajar harus cari tau lah saudara darimana kok nggak dibolehin, kalo emang saudara deket emang nggak boleh sih setau aku tapi kan nggak ada salahnya kamu cari tau dulu sapa tau Cuma salah faham aja kan bisa jadi gitu, terus kalo ternyata itu tidak benar kalian masih saudara ya kamu kalo bener-bener cinta ma fajar, fajarpun kayak gitu ya kalian harus bisa mengambil hati orangtua kalian supaya mendapat restu,” “iya sih yu, tapi kalo emang bener-bener kita saudara terus nggak dibolehin pacaran gimana”? jawab riri, “ya itu udah takdir kalian lah mau nggak mau kalian harus bisa menerima semua itu, dan yakin aja Allah punya rencana yang lebih indah dibalik itu semua” sahut ayu, “tapi aku udah terlanjur sayang sama fajar yu, dia tu nggak kayak mantan-mantan ku sebelumnya lah” jawab riri, “ya aku tau kamu sayang ama dia, tapi mau gimana lagi coba”? jawab ayu sambil menghentikan tekukkannya yang sedang minum. “makasih ya yu, kamu baik dech..” jawab riri dengan senyum manisnya, “iya, kapan sih aku jahat

 

 hehehe” jawab ayu dengan tertawa senang melihat sang teman sudah sedikit ceria. “emmm yu, aku mau jemput bapak ku dulu ya”? sahut riri sambil beranjak dari ranjang kamar ayu, “dimana”? Tanya ayu, “ya biasa lah di kebun” jawab riri. Lalu ayu menjawab “ya udah sana jemput dulu lagian udah sore kasian, ati-ati dijalan”. “siippp, kapan-kapan aku maen ketempat mu lagi ya yu, boleh kan”? Tanya riri sambil menaiki sepeda motornya. “iya aku buka lebar-lebar pintu ini buat kamu hehe” jawab ayu dengan tersenyum riang “ah kamu bisa aja, udah lah aku pegi dulu, sampe’in salam ku buat bibimu ya” jawab riri. “iya-iya” jawab ayu. Riri pun bergegas melaju dengan mengendarai sepeda motornya untuk menjemput bapaknya.

 

Hari-haripun berlalu, bulan terus berganti tak terasa sudah bulan desember, ayu harus bersiap diri menghadapi ujian sekolah nanti karena sekarang ayu sudah duduk di kelas IX (9), ayu yang tadinya seakan tidak betah di lampung akhirnya sekarang betah walaupun ayu hanya bisa pulang ke kampung halaman kalau ada liburan panjang atau hari raya idul fitri saja, tetapi semua itu bukan suatu penghalang untuk ayu menuntut ilmu.

Kini ayu pun semakin dekat saja dengan fajar tetapi di antara mereka belum ada ikatan pacaran,

 

 

Sebenarnya perasaan ayu masih ragu dengan fajar dan masih penuh tanda Tanya banyak apa fajar benar-benar serius atau hanya ingin mempermainkan perasaan ayu saja,

Ayu pun pernah jalan-jalan dengan fajar juga Eka,indra di sebuah telaga yang cukup jauh dari desa mereka. Sejak itulah kesan-kesan indah selalu di alami ayu bersama fajar, namun ayu tak kunjung bisa menghilangkan keraguannya pada fajar karena fajar belum mengungkapkan secara langsung pada ayu tentang perasaannya, hingga pada suatu hari ayu mngirim pesan ke fajar dengan kalimat yang sedikit menantang “kalo kamu benar-benar sayang ama aku jelaskan pada ku isi hatimu seberapa besar kau yakin padaku, untuk tetap bisa bertahan dengan ku, menjaga cinta ini, dan aku mau kamu nanti malem kesini sendiri nggak bawa temen aku pengen denger kamu ngungkapin itu secara langsung, apapun yang terjadi kamu kesini itu kalo kamu serius ma aku kalo nggak ya nggak usah” fajar tak menjawab sepatah kata pun, dan ayu pun menganggap fajar benar-benar mempermainkannya.

 

Malam pun tiba tepatnya malam rabu tanggal 23 desember 2008 seperti biasa ayu selalu melakukan kewajibannya yaitu mengaji, tempat mengajinya tidak cukup jauh dari tempat tinggalnya yakni hanya depan rumah bibi ayu,  hanya menyeberang jalan telah sampai, malam itu secara

 

 

kebetulan mati lampu atau mati listrik, ayu biasa pulang jam 20.00/019.30 WIB,

Ketika ayu pulang dari jalan ayu sudah melihat ada sepeda motor terparkir di halaman rumah bibi ayu, tepatnya dibawah pohon mangga halaman ayu, dalam hati kecil ayu bertanya siapa gerangan yang datang setelah semakin dekat ayu berjalan pulang semakin jelas kalau sepeda motor itu milik fajar, ayu terkejut dan berusaha membuat tenang dirinya karena bagaimana pun juga tadi ayu sendiri yang menantang fajar untuk kerumahnya sendirian, seakan ayu tak berani melangkah kan kakinya pulang namun ayu tidak mau dikatakan “LEMPAR BATU SEMBUNYI TANGAN” ayu pun bergegas melanjutkan langkah kakinya menuju rumah, dengan perasaan berdebar-debar ayu masuk rumah dengan seolah biasa saja sambil mengucap salam “assalamu’alaikum” “walaikum salam” jawab fajar, paman dan bibinya yang sedang bebincang-bincang diruang tamu, kemudian setelah ayu meletakkan perlengkapan ngajinya dikamar ayu ikut serta bergabung diruang tamu, setelah tak lama berbincang-bincang kemudian bibi dan paman ayu pergi meninggalkan mereka berdua, ayu bingung harus memulai kalimat apa sedangkan fajar sudah ada bersama dia saat ini, dengan seolah biasa saja ayu bertanya “udah makan tadi” “udah kok” jawab fajar “ibu bapakmu dirumah lagi apa”? Tanya ayu “nggak ngapa-ngapa nonton tv aja” kembali suasana hening

 

 

tanpa suara ditemani dengan sebuah lampu pijar manual dan jarak duduk ayu pun berjauhan dengan fajar,

Perlahan fajar mendekatkan kursinya di depan ayu, bertambah hati ayu tak karuan rasanya, pelan-pelan fajar meraih tangan ayu dengan mengucapkan “aku benar-benar sayang ama kamu, entah apa jawaban mu untuk aku yang jelas perasaan ku seperti itu ke kamu,” ayu hanya tersenyum tak bersuara sambil menarik tangannya dari dekapan fajar “tataplah aku, aku disini, aku serius dengan perasaan ini” kata-kata fajar pelan namun pasti “iya aku tau, bagaimana dengan pacarmu”? Tanya ayu “kenapa kamu ungkit lagi itu, aku udah jelas-jelas nggak ama dia lagi lagian nggak mungkin aku kayak gini kalo aku masih pacaran ama dia” jawab fajar dengan wajah sendu dan berusaha meyakinkan ayu, kembali ia meraih tangan ayu dan menggenggamnya erat-erat “aku benar-benar sayang ama kamu, entah kamu trima atau nggak cintaku intinya aku sayang ama kamu” dengan gejolak hati yang tak tertahankan ayu tetap berusaha tenang dan menjawab dengan lirih “kamu serius ama aku? Bukan untuk permainin aku? Nyakitin aku”? Fajar menjawab “Ya allah, Astagfirllah’aladzim… buat apa aku nyakitin hati orang lain kalau aku sendiri nggak mau disakiti, apa lagi aku sayang ama kamu,” ayu pun kembali menarik tangannya dari genggaman fajar sembari berkata “aku nggak enak ama riri” “kenapa sih itu terus yang kamu bahas, dia bukan pacar ku lagi, apa perlu aku pertemukan kalian biar jelas”? dengan nada

 

memohon agar ayu percaya, lalu ayu menjawab “oke lah kalo seperti itu” dengan menatap wajah ayu dalam-dalam “oke…? Kenapa hanya oke? Gimana rasa ku terhadap kamu”? dengan tersenyum ayu menjawab “iya, kita coba jalani kisah ini” “maksudnya kamu bersedia jadi pacar aku”? jawab fajar dengan nada tidak sabar mendengar ayu berbicara, “iya..” jawab ayu dengan kembali tersenyum.

Betapa gembira bercampur bahagia malam itu antara keduanya karena telah mengungkapkan rasa masing-masing dan malam itu pun akan selalu menjadi sejarah terindah dalam hidup keduanya yaitu fajar dan ayu.  

 

Kini mereka sudah resmi berpacaran, eka dan indra pun sangat bahagia melihat sang teman sudah menemukan kekasih hatinya, namun rasa tidak enak dengan riri masih saja terngiang di benak ayu, hingga pada suatu hari riri kembali berkunjung kerumah ayu, ayu tak bisa berbuat apa-apa, ayu hanya diam dan berbincang singkat saja, “yu, kamu udah pacaran ya ama fajar” Tanya riri dengan nada gemetar menahan tangis yang membelenggu dimatanya, “maafin aku ri, entah teman seperti apa aku ini”? jawab ayu dengan menundukkan kepalanya seakan mengeluarkan airmata dengan gejolak jiwa yang tak menentu, riri meraih lembut dagu ayu dan menghadapkan dengan wajahnya “nggak perlu kamu minta maaf kayak gitu, juga nggak ada yang salah, mungkin kamulah orangnya yang

 

 diciptakan Tuhan terbaik untuk fajar bukan aku, dan sebenarnya aku juga udah di jodohin ama ibu ku dengan lelaki jauh, dia bernama doni” ayu hanya diam tak bersuara, ayu bingung harus berkata apa pada riri, kemudian riri memeluk ayu dengan meneteskan airmata dan berucap “yu, kalo harus jujur aku masih sayang banget ma fajar tapi takdir berkata lain, mungkin aku dan fajar harus berakhir dan menempuh jalan masing-masing, dia lelaki baik, setia, dan jujur aku mohon ama kamu yu jangan sakiti dia, buatlah dia bahagia. Aku akan turut bahagia melihat kalian berdua juga bahagia, aku tulus melepaskannya untuk mu” ayu tak menjawab hanya airmata yang semakin deras menahan haru, dua orang teman ini pun menangis tersedu-sedu antara bahagia dan lara yang mendalam. Kemudian riri pun perlahan melepaskan pelukannya dan berusaha tersenyum “nanti datang ya pas hari bahagia ku” ujar riri dengan nada meminta “insyaallah, emang kapan” jawab ayu dengan nada serak, riri menjawab “ya nanti aku kabarin tapi jangan ganti-ganti no HPnya  ya”?  “iya ri, makasih ya atas semuanya”  jawab ayu yang tak kunjung usai menangis, “iya sama-sama yang penting kita temen jangan sampai kita renggang karena masalah ini ok”? sahut riri dengan beranjak dari tempat duduknya dan berkata “aku mau pulang dulu ya yu”? ayu pun mengusap airmatanya sembari menjawab “iya ri, ati-ati ya? Jangan lupa kasih tau aku kalo ada apa-apa tentang kamu key”? “ya tenang aja sih”? jawab riri sambil melangkah keluar bergegas pulang.

 

Semenjak itu hari-hari ayu lalui dengan lebih tenang dan semangat karena semuanya sudah saling mengerti, begitu pula ayu tak pernah lupa memberi tahu fajar tentang apa yang selalu ia alami termasuk ketika sang riri datang kerumahnya minggu lalu, kini ayu lebih tenang dan lebih siap untuk menghadapi ujian yang sebentar lagi akan datang.

 

Allah maha besar maha mengetahui segala yang diperbuat makhluknya, lagi maha menentukan dan manusia hanya dapat berdoa dan berusaha selalu untuk berbuat kebajikan selagi masih diberi kesempatan yang panjang, saat tinggal menunggu hari ayu melaksanakan ujian masalah datang menimpa keluarga bibi ayu, sehingga menyebabkan sang bibi pergi, masalah yang sangat pahit, yang tak terlupakan hingga sekarang dan sulit untuk diceritakan. Ayu terpukul dengan itu semua untunglah sang nenek datang dan menemani ayu menjalani sisa sekolahnya yang sebentar lagi akan lulus.

 

Pengumuman kelulusan pun telah tiba namun sayang, saat itu ayu sedang pulang kampung jadi dia hanya mengetahui kabarnya saja lewat Fitri dan juga fajar tanpa membuka secara langsung amplop kelulusannya, walaupun terasa kurang tetapi ayu tetap senang karena bisa berkumpul keluarga, saat itu juga ayu di tawari oleh fitri sang teman untuk di ajak meneruskan sekolah lagi di SMA N 01 Pringsewu, tergugah hati ayu untuk

 

 menerima tawaran itu karena ayu sangat menyukai IPA maka ia pun bersikeras untuk bisa masuk IPA dan ternyata kedua orangtua ayu pun menyetujui niat ayu untuk menerima tawaran fitri teman ayu, ayu pun kembali ke Lampung untuk menjalani Tes masuk SMA.

Saat itu hari-hari ayu lewati sendiri tanpa ada fajar disamping ayu namun meskipun jauh sang fajar tetap menyuport kekasihnya agar tetap semangat mejalani Tes tersebut, karena saat itu sang kekasih fajar juga sedang belajar yakni kursus keluar kota untuk mewujudkan keinginannya menjadi seorang ahli dalam menangani mesin kendaraan baik sepeda motor maupun  kendaraan roda empat.

Tepat hari senin ayu akan menjalani Tes hari sabtu sebelumnya, ayu mendapat berita duka dari kampung yaitu sang kakek dari bapak meninggal dunia, betapa pedih hati ayu mendengar semua itu, saat orang yang ia sayangi pergi jauh meninggalkannya namun ia tak berada di sisinya, hati ayu sakit andai waktu dapat di ulang ayu ingin sekali membuat kakek bahagia namun Tuhan berkehendak lain dan mau tidak mau ayu harus bisa menerima semua itu. Kini ayu hanya bisa berdoa semoga sang kakek tenang dan menemukan kedamaian di surga.

 

Beberapa hari kemudian, Pengumuman antara masuk atau tidaknya pun tiba ayu sangat tidak sabar sekali ingin mengetahui bahwa dia diterima atau tidak di pendidikan itu, setelah mendapat informasi betapa

 

kagetnya ayu mendengar berita atau pengumuman itu, ternyata ayu dan fitri tidak ada yang bisa menjebol pendidikan itu, dengan rasa kecewa ayu memberi tahu kedua orangtuanya dan fajar bahwa dia gagal masuk pendidikan itu, pertanyaan pun banyak ayu terima bukan hanya dari orangtua fajar tetapi dari orang disekitar ayu juga dari ibu bapak ayu, pertanyaan mereka kebanyakkan sama yaitu “lantas kamu meneruskan kemana lagi setelah kegagalan ini”? ayu bingung, lalu dengan keputusan yang bulat ayu memutuskan untuk SMK saja yaitu sekolah menengah kejuruan tapi bukan di muaradua atau Nyukang harjo yaitu ayu memilih di Kalirejo namun tetap kota Lampung.

Keesokkan harinya ayu pun langsung menjalani Tes di SMK itu dan ayu pun langsung diterima di Jurusan Administrasi Perkantoran 1 (satu), ayu sangat bersyukur sekali ia langsung memberitahu kedua orangtuanya, dan ayu pun akhirnya sekolah di SMK Ma’arif 01 Kalirejo, disana ayu tinggal di kost yang tak jauh dari sekolahnya, ia pun mulai beradaptasi lagi dengan suasana yang baru dan teman-teman yang baru pula,

Di SMK ayu mempunyai sahabat yang baru lagi yaitu Nova, Apti, dan Erni mereka sangat akur dan bisa saling mengerti.

 

Hari berganti bulan, detik-detik waktu pun telah berputar, walaupun jarak sangat  jauh, waktu untuk bertemu pun sangat sulit namun, semua itu tidak akan dapat menggoyahkan jalinan asmara antara fajar dan ayu,

 

hingga ayu duduk di kelas XI SMK, fajar pun tak pernah lelah menanti ayu menemuinya entah kapan waktunya fajar tetap setia.

Sungguh beruntung sekali ayu mendapatkan fajar seorang lelaki yang berbakti terhadap kedua orangtuanya, pendiam, sederhana , setia, dan bisa menerima ayu apa adanya tanpa pernah mengeluh karena kekurangan ayu, padahal selama ini ayu sangat terlihat sifat keras kepala dan egoisnya terhadap fajar akan tetapi, walaupun ayu mempunyai sifat yang negatif  tapi ayu adalah seorang gadis yang setia juga sederhana sekali dia mempercayai seseorang dia akan begitu percaya tetapi, sekali dia tersakiti dia akan sulit untuk memberi maaf kepada orang yang menyakitinya tersebut.

Namun, sejauh ini ayu tidak pernah bermasalah dengan orang lain.

 

Waktu pun telah tiba yakni ayu harus menjalani pendidikan system ganda yaitu program pendidikan untuk sekolah menengah kejuruan (SMK). Dan seiringnya waktu pendidikan system ganda (PSG) pun telah ayu jalani selama 2 bulan, pendidikan system ganda ayu jalani dengan penuh semangat dengan harapan ayu, hasil yang ia dapatkan ketika ujian paper nanti akan memuaskan,

Semua harapan ayu kini terkabul ujian paper ayu sangat memuaskan, dan ia mampu menjalani ujian lisan itu dengan lancar, ayu sangat bersyukur kepada allah swt, dan tidak lupa pula dorongan

 

orangtua yang selalu setia memberkan motifasi pada ayu agar tetap semangat,  juga sang kekasih yaitu fajar yang juga selalu memberi dukungan terhadap ayu, meskipun terkadang ada pertengkaran di antara mereka berdua namun mereka berdua selalu menemukan jalan untuk melerai permasalahan tersebut, meskipun ayu keras kepala namun ayu sangat menyayangi sang kekasih.

 

Desa batu belang dua yang terlihat sepi dan sangat mecekam ketika malam hari pun masih tetap seperti 4 (empat) tahun yang lalu ketika ayu masih duduk di kelas VI SD, kini keadaan itupun tidak berubah sedikit pun . ayu sangat prihatin dengan keadaan tempat ia dilahirkan tersebut, keadaan yang mnyedihkan sepi, dingin, terselimut hutan-hutan kecil yang membuat suasana tampak tidak berpenghuni namun, apa daya ayu hanya bisa menikmati semua itu dengan kesedihan ternyata harapan tak berubah menjadi kenyataaan, karena selama ayu dilampung ayu sangat berharap sekali ketika ia pulang kampung nanti akan ada perubahan walaupun itu hanya sedikit tapi ayu sangat berharap besar keadaan itu dapat berubah namun ketika ayu pulang ternyata keadaan masih seperti biasa tidak ada perubahan sedikit pun,

Namun, ayu tetap mensyukurinya ia dapat berkumpul dengan keluarga besarnya. Ayu yang tidak pernah pulang jika tidak ada libur

 

 

panjang tentu saja sangat di nantikan oleh nenek maupun orang-orang disekitarnya,

Walau hati ayu sedih, sakit yang tak tertahankan karena ayu pulang ayu harus membiasakan tanpa kakek yang sering mengajak ia bercanda, bayang-bayang tak percaya dengan keadaan itu berusaha ayu punahkan meskipun terlalu sulit untuk ayu mempercayai bahwa sang kakek telah tiada, kini ayu hanya mempunyai seorang kakek yaitu bapak dari ibunya  yang tinggal di lain desa dengan ayu, namun ayu selalu menjenguk sang nenek dan kakek.

 

Kini ayu pun kembali ke lampung untuk meneruskan sekolahnya yang tinggal satu tahun lagi karena kini ayu sudah duduk di kelas XII SMK (sekolah menengah kejuruan).

 

Hari demi hari ayu lalui dengan kesungguhan dan keyakinan yang kuat tanpa terasa tibalah saatnya ayu harus menjalani ujian-ujian dari sekolah. Dan bertambahnya hari serta tahun pun membuat bertambah pula usia hubungan asmara ayu dan fajar,   

 

 

 

 

 

Singkat cerita, kini Ayu sudah masuk diperguruan tinggi dan hubungan ayu dan fajar pun masih tetap berjalan, berbagai cobaan datang menggoda cinta mereka namun, mereka tetap kuat mempertahankannya.

Semoga apa yang mereka inginkan menjadi kenyataan, perjuangan mereka dalam mempertahankan hubungan pun membuahkan hasil yang mereka ingin kana mien ya rabb..